Sari teracuni omongan Pink. Dia kini ada di depan apartemen Elgio. Sari baru kali ini kesini lagi. Dia juga nervous karena takut dibohongi Pink dan Elgio, bisa saja kan ini hanya prank. Gadis ini gigit ujung jari sambil merhatiin pintu mewah apartemen Elgio. Disini sepi dan sama sekali gak ada orang yang liat dia. Bener-bener ya, kawasan apartemen mewah cuma diawasi CCTV bukan diawasi mata ibu-ibu yang nyinyir. “Masuk, enggak. Masuk enggak?” Sari saking ragunya sampai mondar-mandir dan tanya dirinya sendiri. “Dah tanggung ini bawa bubur sama obat.” Dutangan Sari ada plastik berisi bubur dan obat untuk meredakan panas. Tadi Sari sempat membuat bubur dan mampir ke apotek dulu. “Masuk aja deh.” Sari pun coba tekan-tekan tombol sesuai tanda lahirnya. “Eh bener tanggal lahir gue.” Dia tak

