Undangan telah disebar. Ternyata bukan ala zaman sekarang yang melalui media sosial dan di repost oleh banyak akun ngehits biar viral. Semua zaman sekarang kan serba instan. Biar tinggal celup lalu makan. Berbeda dengan pemikiran babang yang pengen sekalian buang duit yang nyatanya kebanyakan di bank, ampe tumpah ruah gak ketampung lagi. Bingung pula cara habisinnya. Ternyata si abang pakai ala-ala kerajaan zaman dulu yang rempong dan ulala mewahnya. Si abang pengen agak ribetan dikit. Doi milih undangan dari kertas dengan kualitas bagus berwarna hitam, ditulis dengan tinta emas, aksaranya aksara sambung. Ditutup oleh amplop gold, diikat pita merah dan ditempel dengan lilin lalu terukir cap sultan El. Jika undangan dicium, pasti aromanya bakal kecium aroma mawar kesukaan babang El. Saking

