“Boleh saya periksa?” Suara El auto bikin Sari semakin sah-sah basah. Eh salah, visss. Maksudnya bikin panik tsay, dingin-dingin merindings ampe keringet dingin dan langsung kaku beku. Kepanikan itu bikin tangan Sari kegores pecahan vas bunga. “Aduh. Ngapa tu orang mau periksa kesini.” Sari yang tengah mengambil serpihan vas pun segera mencari tempat persembunyian. Nanti dia terciduk bisa bahaya. El yang Sari tahu kan serem, galak, kasar dengan tatapan elang. Udah kayak manuk yang siap matuk. Pas terakhir lihat di restoran kan penampakannya kayak begitu. Aura disini pun semakin mencekam. Kedinginan pria ice yang tengah terkutuk ini membuat sekitar sari terasa membeku. Seolah sihir membawanya kesini, mendinginkan ruangan yang semula hangat. Bulu roma, eh. Bulu kuduk Sari semuanya berdiri.

