51. Teman Baru

1863 Kata

“Gue kasih waktu kalian buat berdua aja, ya!” Rahma meninggalkan Jesica dan Sari berdua. Rahma merasa iba melihat Sari yang dibicarakan orang-orang tadi menangis sampai tersedu-sedu. Teman seangkatan Rahma tidak ada yang julid seperti itu. “Thanks, Ra!” jawab Jesica sambil mengangguk. Jesica memeluk Sari erat. Dia mencoba membuat Sari lebih nyaman dengan mengusap pundaknya. “Hiks …. Hiks ....” Sari menangis sampai sesenggukan. Rasanya hati dia begitu hancur berkeping-keping hingga menjadi serpihan kecil. “Sabar, Kak. Sabar ….”  Jesica hanya bisa menyemangati saja. “Ternyata begini, ya. Rasanya ditusuk dari belakang.” Gak enak yes dikhianati temen, mending main bacok-bacokan sekalian, lukanya langsung nyata, tinggal dijahit terus kasi perban, daripada pake omongan pedes kek gini, lukany

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN