Asabella memandang Raffa yang baru saja menyampirkan tasnya ke bahunya, perempuan itu juga sudah tahu kalau sejak lima menit yang lalu para murid sudah diperbolehkan pulang karena memang sudah waktunya, tapi, Asabella hanya menunggu ajakan dari Raffa dan sekarang nyatanya laki-laki itu belum juga mengajahknya untuk pulang bersama hingga membuat kesabaran Asabella rasanya habis, “Raffa, jadi kan?” tanya Asabella sambil meraih tangan laki-laki itu, Asabella memilih untuk mengajak Raffa lebih dahulu. “Kemana?” tanya Raffa bingung. Asabella memutar matanya, menatap sahabatnya itu, “katanya mau teraktir,” ingat Asabella. Raffa jelas langsung mengangguk, Raffa pikir acara makannya bersama dengan Asabella dilakukan mala mini hingga ia tidak berpikir untuk pulang bersama dan menarik perempuan i

