"boleh Ummah tanya sesuatu sama Aliv?" "Ummah emang mau tanya apa?" umpan balik "tadi kenapa Aliv tidak terus terang pada Kak Alan kalau Aliv juga anak Papa?" "gak apa-apa, Aliv cuma gak mau Kak Alan sedih dan kecewa sama Papa karena adanya Aliv." Hulya langsung membawa tubuh Aliv dalam pelukannya, pipi Hulya basah sudah dengan buliran air mata. "kalau memang Papa sayang Aliv, pasti Papa akan ceritakan langsung siapa Aliv pada Kak Alan." lanjut Aliv, semakin membuat Hulya tersedu-sedu. "maafkan Ummah ya sayang, tidak bisa memberikan kebahagiaan untuk Aliv. Aliv harus sedih karena kesalahan Ummah dan Papa di masa lalu." "Ummah jangan nangis," Aliv mengusap air mata Hulya. "Aliv fine Ummah," Hulya bersyukur meski Aliv masih kecil tapi Aliv sudah bijak dalam menghadapi situasi yang in

