“rosa, ini tinggal kamu campurkan baking powder ke dalam adonannya saja ya, Aku ke depan dulu” ucap hulya pada rosa, pegawai toko kuenya. “baik bu” lantas hulya meninggalkan rosa. Ntah kenapa perut hulya begitu nyeri, mungkin karna seharian dia berdiri terus makanya perutnya kaku & nyeri. Hulya mencoba istirahat di sofa ruangannya, seharusnya dalam masa kehamilan hulya lebih rileks. Tapi mau bagaimana lagi, ini demi kelangsungan hidup hulya di negeri orang. Kendati semua keperluan selalu alvin cukupi, tapi hulya harus tetap kerja keras untuk bisa membesarkan toko kuenya. Kata selalu kini berganti dengan kata pernah, dulu harapan hulya menginginkan untuk ‘selalu’ bersama vian sampai lahir anak cucu mereka. Namun harapan itu kini menjadi kenangan yang ‘pernah’ hulya langitkan. Walau huly

