Part 43

1689 Kata

Wajah tenang Vian ternyata menyimpan sejuta amarah, bukannya kembali ke rumah sakit sesuai pamitnya pada orang rumahnya namun Vian malah memilih pulang ke rumah yanh dia tempati dengan Bella. Saat masuk pekarangan rumah, Vian tak lagi mengindahkan sapaan dari security maupun asisten rumah tangganya, Vian langsung menuju kamar yang dulu dihuni Hulya saat masih berstatus istrinya. Di tepi ranjang Hulya kini Vian berada, Vian membayangkan Hulya sedang tidur di atas ranjang berukuran kecil tersebut. Vian teringat saat Hulya merawatnya saat sakit kala itu, sungguh Vian sangat merindukan Hulya. Rahang Vian mulai mengeras, sejujurnya dia tidak rela Hulya dimiliki siapapun kendati itu adiknya sendiri. Katakan saja Vian egois, setelah mencampakkan Hulya sekarang dia ingin Hulya kembali ke pel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN