Jodoh, rizki, dan maut murni ditangan Tuhan. Mau berlari kemanapun, mau bersembunyi dimanapun, ketika Tuhan telah berkehendak maka semua akan terjadi. ============================= Kini semua sudah sampai di rumah sakit, Hulya tak kunjung keluar dari dalam mobil. Dirinya masih ragu, sekujur tubuhnya panas dingin. Rasanya belum siap untuk bertemu dengan masa lalunya. "ayo kita turun nak," ajak Umy. Hulya memejamkan mata, dihirupnya oksigen banyak-banyak seakan jika keluar mobil dia akan kekurangan. Alvin dan keluarganya juga telah menunggu di loby depan rumah sakit. "Ummah, kenapa kita ke hospital? Siapa yang sakit?" tanya Aliv polos. Hulya hanya tersenyum kecil pada sang buah hati, bingung mau mengatakan posisi Bella itu siapa. Aliv bukan tipe anak pendiam, apapun yang dikatakan

