"Hhhh" tubuh Hulya terlonjak kaget ketika tiba-tiba tangan kekar melingkar sempurna di perut datarnya. Untung saja Hulya tidak punya penyakit jantung, bisa-bisa Hulya pingsan nanti. Sudah menjadi hobby Alvin akhir-akhir ini melakukannya semenjak mereka sah jadi suami istri. "hehehe..." sedangkan Alvin menampakkan cengiran kuda. "Mas, gimana kalau nanti dilihat Mama Papa? Malu tahu." Hulya membalikkan badan tanpa keluar dari lingkaran tangan Alvin. "Mereka juga pernah muda dan juga pernah merasakan jadi pengantin baru sayang, pasti mereka ngerti lah. Aku cuma ingin temani kamu masak." "terserah lah, mau dipaksa gimanapun kalau sudah maunya gini gak akan pernah ada yg bisa merubah keputusannya." racau Hulya lantas meneruskan aksi masaknya. Dalam hati Hulya menggerutu "dasar suami sek

