Bab 24. Tidak Akan Penah Selesai Rendy tidak tahan lagi melihat mereka yang tertawa-tawa di sana. Langkah lebar itu semakin dekat dan begitu sampai, dia dengan cepat menarik Sonya membuat kursi yang semula diduduki ambruk ke samping. Angga dekat cepat berdiri dan membelalak terkejut. “Rendy1” ucap Sonya seketika. Para pengunjung lain sudah berpaling ke arah mereka membuat Sonya tidak nyaman, pun dengan Angga. “Ngapain kamu di sini?” salak Rendy. Tangan itu masih mencengkeram erat pergelangan tangan Sonya. “Kamu salah paham, Rend. Lepaskan Sonya. Kamu jangan membuat dia malu.” Kening Rendy berkerut, lantas kepalanya miring menatap Angga. “Siapa kamu? Berani sekali menyebut namaku?” Rendy maju dengan dagu terangkat, sementara di sampingnya Sonya sedang mencoba melepaskan cengkeraman

