Bab 26. Pencemburu Mereka berdua duduk berdampingan sambil bersandar pada dinding ranjang. Rendy merangkul kan tangan pada pundak Sonya, sementara Sonya sendiri sudah bersandar pada bahu lebar itu. Mereka masih kelelahan sepertinya. “Kenapa kamu bisa berada di rumah Lita malam itu?” tanya Sonya. Dia tidak mendongak, melainkan hanya merengut sambil memainkan jari Rendy. Rendy menunduk lalu mengecup ujung kepala yang tengah bersandar itu. Dia hirup aroma wangi sampo yang sudah bercampur dengan keringat. “Lita menelpoku mendadak. Dia lagi bareng sama pacarnya. Aku nggak tahu apa yang sebenarnya terjadi, tapi ketika aku sampai, dia sudah dilecehkan di kamar mandi.” Spontan wajah itu mendongak dan bertemu mata Rendy. Sekali lagi Rendy mengecup Sonya di bagian kening. “Kamu percaya?” Sony

