Aaron menatap Zihan dengan lapar. Tidak sia-sia ia meminta bantuan pada Rachel ketika gadis itu menghubunginya. Rachel ternyata mudah diajak kerja sama. Dan Aaron juga tahu pasti Rachel terpesona padanya. Aaron duduk di tepi tempat tidur, ia meraba wajah Zihan dengan lembut. Zihan kemudian terbangun dengan kepala yang sangat pusing dan ada sesuatu yang aneh dalam dirinya. Ia sangat ingin disentuh. Tubuhnya panas sekali dan ia merasa sangat b*******h. “Aaron?” “Yas Darl, call my name, I will touch you…” “No, stop! Go away! Ah…” desah Zihan saat Aaron meremas gundukan kenyal miliknya. “Stop, Aaron…” Zihan masih berusaha untuk tetap waras, namun tubuhnya menginginkan itu. Aaron kemudian mencium bibir Zihan dan Zihan membalas dengan lumatan kasar. Aaron semakin menikmati ciumannya. Lalu c

