Zidane menutup pintu mobil dengan kasar. Tak puas sampai di situ, ia kemudian meninju stir mobil yang tak bersalah itu berkali-kali. Ia bingung dengan perasaannya akhir-akhir ini. Ia baru saja bertemu dengan Zihan dan kenapa ia bisa secepat itu perduli padanya? Bahkan sangat berat baginya untuk meninggalkan Zihan. Melihat Zihan diperlakukan semena-mena oleh orang-orang yang merasa dirinya berada di atas Zihan itu sangat memuakkan. Ingin sekali ia masuk dan menghajar orang-orang itu. Terutama stylist brand ternama itu. Kenapa Zihan harus bekerja di dunia seperti ini? Dan hell, kenapa ia sangat ingin mencampuri urusan Zihan? “Hell, what’s wrong with me?” Zidane memasang sabuk pengaman kemudian pergi ke markas Z.I.A karena Zian menghubunginya tadi. Ya, sudah pasti ia akan diberikan misi pe

