Zihan menggenggam erat tangan Zidane saat Chris mulai menusuk-nusuk jarum di kulitnya. Ia bahkan menutup kedua matanya, sementara Zidane yang telah selesai ditato berdiri di samping Zihan sambil mengelus kepala Zihan. Ada sedikit penyesalan untuknya kenapa ia membawa Zihan ke tempat ini dan menyakiti Zihan seperti ini. Tapi ia sendiri bingung harus menjawab apa pada Zihan saat ditanya mengenai kejelasan hubungan keduanya. Hanya ini satu-satunya cara yang muncul di kepalanya agar Zihan tidak bertanya-tanya atau membahas mengenai status lagi. Apa memang semua perempuan seperti itu? Harus terikat dengan kata status? Tidak bisakah jalani saja yang penting saling percaya dan melindungi? Ah. Sepertinya Zidane harus belajar lebih banyak lagi mengenai makhluk ajaib bernama wanita. “Tambahkan

