Zihan menggeliat, ia bangun dengan susah payah karena kepalanya terasa sangat berat. Ini di mana? Ah, ini kamarnya. Kenapa ia linglung begini? Dan kenapa kepalanya pusing? Zihan mengucek matanya, dengan susah payah ia mengingat kembali apa yang terjadi tadi malam. Ah, ia bersama Diaz di private yacht. Kemudian Diaz pergi karena harus mengurus Rachel, dan Zidane tiba-tiba muncul, ia minum vodka dan… Tunggu, apa ini? Kenapa ia mengingat adegan ia mencium Zidane? “Zihan! Apa yang udah lo lakuin?!” Zihan menarik rambutnya, frustasi. Ia ingat betul, perkataannya sebelum mencium Zidane. “Lo gila hah! Lo beneran tamat Zihan! Bisa-bisanya nyosor Zidane duluan!” Zihan bangun dan mondar-mandir di kamarnya sambil menggigit ujung kuku di jempolnya. “Arght!” Brak! Zidane muncul tiba-tiba, pria

