Dor!!! Botol kaca itu pecah seketika, Zidane beralih ke botol yang letaknya lebih jauh lagi dan selalu mengenai sasaran dengan tepat. Merasa cukup, Zidane melepas kacamatanya dan mengambil botol minum lalu membasahi wajahnya hingga isi botol itu habis. “Mau sampai kapan sih lo gini?” tanya Peter yang selalu setia menemani Zidane yang akhir-akhir ini selalu uring-uringan dan emosi yang meledak-ledak. Kadang Peterlah menjadi sasaran amukan Zidane dan Peter pasrah jika sudah seperti itu. “Udah dua hari berlalu dan lo masih marah karena Zihan pakai baju Sandres? Lo beneran agent Z.I.A kan?” Zidane terdiam. Ia menjawab ledekan Peter dengan lirikan tajamnya. Menyuruh Peter untuk membungkam mulutnya dengan rapat jika tak mau menjadi berkeping-keping seperti botol kaca yang ditembaknya.

