“Ayo. Kita harus memeriksa sesuatu.” Zian menatap Peter yang mengangguk, Peter mengambil tas berisi perlengkapannya dan mengikuti Zian. “Kalian mau ke mana?” Letty muncul, ia merasa entah kenapa Zian tidak ingin melibatkannya lagi. “Ini urusan pria. Kau di sini saja,” perintah Zian yang tidak bisa dibantah oleh Letty. Letty mengangguk meski ada cemas di wajahnya. Sesampai di mobil, Zian menyetir sedangkan Peter mengecek tabnya. Berharap ada sinyal dari Zidane dari ponselnya. Alat pelacak yang tertanam di dalam tubuh Zidane tiba-tiba saja tidak berfungsi. Ia penasaran bagaimana Zidane bisa mematikan alat pelacak canggih itu. “Kenapa Letty tidak boleh ikut?” tanya Peter sambil menatap tablet di tangannya. “Entahlah. Aku rasa dia berbohong pada kita. Bisa kau pastikan lagi apa benar

