Dering ponselnya terus berbunyi, Zihan menggeliat sambil mengucek matanya. Dengan susah payah Zihan membuka matanya dan melirik jam di nakas. Zihan terdiam sejenak sambil mengingat apa yang sudah terjadi tadi malam. Ah, iya tertidur di dalam pelukan Zidane. Tapi, Zidane sudah tidak ada pagi ini. Apa ia bermimpi? Zihan meraih bantal di sampingnya dan mencium aroma bantal tersebut. Parfum Zidane jelas tertinggal di bantal ini. Artinya ia tidak bermimpi. Artinya tadi malam Zidane benar-benar menemuinya. “Kenapa pakai acara ketiduran segala sih?” Zihan menepuk keningnya sendiri, kemudian melihat secarik kertas di samping tempat tidurnya. ‘I should go, take care, my baby jellyfish. - Zidane’ Blush. Pipi Zihan merona seketika. Jellyfish? Kenapa Zidane memanggilnya seperti itu? Ap

