“Menurutmu, ini ulah Derreck?” Darrel menoleh pada Zian yang tengah membakar rokok, namun angin menghembus memadamkan api sehingga pria itu berulang kali menyalakan pemantik rokok kuno yang selalu menjadi favoritnya. Keduanya tengah berada di rooftop rumah sakit, dengan penjagaan ketat dari para bodyguard tentunya. Agar orang lain tidak bisa masuk ke dalam area rooftop karena pembicaraan penting dua orang yang berlawanan namun memiliki kekuatan yang nyaris sama. “Aku belum tahu pasti. Anak buahku sudah menyelidiki gedung itu saat ini.” “Begitu pula bawahanku.” Darrel menatap kosong hamparan gedung-gedung di hadapannya. Sesekali ia menatap langit New York yang selalu terlihat berwarna abu-abu itu. “Zihan dalam bahaya,” lanjut Zian disambut anggukan Darrel. “Kita yang menyulut api te

