Bukan Kantor Biro Jodoh

982 Kata

​​Anita memarkir mobilnya di basement Aidan Corp. dan segera mengajak Anisa naik ke lantai operasional. Begitu mereka keluar dari lift, bisik-bisik langsung menyambut. Anisa, dalam balutan blazer elegan dan jilbab yang tertata rapi, tampak menonjol—kecantikannya yang lembut, dipadukan dengan aura profesional, sulit diabaikan. ​Mereka baru saja tiba di cubicle Anita ketika beberapa karyawan, terutama dari tim desain yang mayoritas laki-laki, mulai mendekat. ​"Nit, siapa nih?" tanya Rio, seorang desainer senior, matanya tak lepas dari Anisa. ​"Iya, Nit. Kenapa enggak bilang mau bawa bidadari ke kantor? Kelihatannya masih muda banget, lho," timpal Bima, rekan Rio. ​Wajah Anita berseri-seri, senang karena perhatian tertuju pada kakak iparnya. "Ini, kenalin, Anisa. Mulai hari ini dia Junior

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN