39

956 Kata

Ada masa menyenangkan.  Ada masa menyedihkan.  Akan tetapi, pada kasusku segalanya terasa menyakitkan untuk dipikirkan! Nox belum mengabariku. Sama sekali. Bahkan dia tidak mengirimiku surat. Padahal aku menunggu kehadirannya walaupun hanya melalui perantara selembar kertas. Ingin memiliki keberanian mendatangi Menara Sihir dan berteriak, “NOX! BAGAIMANA MUNGKIN KAU TEGA MEM-PHP-KAN DIRIKU?” Seperti gadis sinting yang diabaikan pelamarnya.  Kalaupun aku berani bertindak demikian—berteriak seperti orang sinting—maka Nox kemungkinan besar akan pura-pura tidak kenal. Lalu, Penyihir Rugal tanpa ragu menjatuhiku kematian karena dianggap sebagai pengacau.  Hohoho, sungguh luar biasa dilema ini! Aku hanya ingin mengetahui kabar Nox, tetapi jurang pemisah di antara kami berdua kian melebar. 

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN