Darel mengemudikan mobil nya dengan kecepatan sedang. Pria itu terlihat sangat menikmati perjalanan nya, dengan senyum yang terus tersungging indah di bibirnya. Drrrtt drrrtt drrrtt Darel melirik sekilas ke arah layar ponsel nya ada di atas dashboard. Senyum pria itu sedikit surut kala mengetahui siapa yang menghubunginya. "Apa kau tak mengerti bahasa manusia Melani?" sarkas Darel dengan nada kesal. "Aku hanya mengerti bahasa tubuh dan sentuhan hangat darimu. Jadi di mana letak kesalahanku? aku hanya ingin menagih janji yang pernah kau ucapkan. Aku butuh uang sekarang, tidak banyak dan aku yakin uangmu sudah terlalu menumpuk di bank." "Katakan berapa yang kau butuhkan Melani, aku punya kesibukan lain selain menuruti semua keinginanmu." Desak Darel tak sabar. Pria itu sudah hampir men

