Bab 33

1196 Kata

"Selamat pagi istriku yang semakin hari semakin cantik. Kau membuatku kian resah tanpa henti. Tidak bisakah kau tak harus terlihat cantik sehari saja, sayang?" celoteh Drex menatap sang istri sembari merapikan anak rambut Pelangi yang sedikit berantakan. Namun itu terlihat begitu seksi di mata Drex. Posisinya yang berbaring miring dengan satu tangan sebagai penopang, membuatnya begitu leluasa menatap sang istri tercinta. "Ck, pagi-pagi sudah menebar rayuan buaya." Sungut Pelangi dengan pipi memerah seperti tomat. Matanya masih terpejam namun bibirnya sudah berdumel. Drex terkekeh kecil, dia selalu suka ekspresi malu-malu mau yang di tunjukkan oleh sang istri. Sungguh menggemaskan baginya. "Aku mantan buaya sayang, sekarang aku sudah berubah menjadi cicak kecil yang selalu menempel pada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN