Bab 50

1025 Kata

Setiba di kediaman Drex, Wira dengan yakin untuk ikut masuk. Pria itu menyeret kopernya juga koper sang nenek dengan senyum lebar. "Oma?" pekik Pelangi kegirangan. Wanita itu masih menggunakan celemek karena tengah memasak di dapur. "Astaga Pe, jangan berlari seperti ini. Kau sedang membawa tumpangan di perut mu," tegur Wira. Pelangi cengengesan memperlihatkan giginya yang tersusun rapi. "Aku lupa, saking kangennya sama oma. Sahut Pelangi membuat Wira menggelengkan kepalanya. "Oma kenapa baru tiba, seharusnya sudah sejak setengah jam yang lalu bukan? apa pesawat nya macet? akan aku marahi ayahnya Mentari telah mengirimkan pesawat yang jelek." Celoteh Pelangi mencecar sang oma. Oma Saudah tertawa geli, apa yang terjadi jika pesawat yang dirinya tumpangi mengalami kemacetan di udara. B

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN