Kembali pada kondisi Teresa, wanita itu sempat mengalami kejang-kejang namun beruntung, takdir masih menghendaki dirinya untuk tetap tinggal. "Lakukan sesuatu pa, mama tak bisa kehilangan Teresa." Pinta Nadya memohon dengan nada begitu lirih. Wanita itu jatuh tersungkur kala mendengar denyit monitor ICU berbunyi panjang bagai suara sangkakala. Siapa yang tidak histeris, kala melihat putri satu-satunya yang dia miliki telah kehilangan detak jantungnya. Nadya hanya manusia biasa, puncak kelemahannya ada pada anak-anak nya. "Papa sudah berkonsultasi dengan dokter Sarah. Satu-satunya jalan yang bisa kita lakukan adalah melakukan transplantasi ginjal. Itu akan membantu proses pengobatan Teresa untuk mengobati kanker nya. Sedangkan tidak satupun dari kita yang memiliki kecocokan dengan Teresa

