sesampai nya di kamar Tama masih melihat Kevin di ruangannya
"kamu bilang mau balik ke kamar mu,kenapa masih disini "tanya Tama.
"aku ingin dengar dari kamu alasan Dinda meninggalkan mu dulu"jawab Kevin.
"oh"
"cuma oh doang"Kevin pergi ke dapur dengan kesal karena jawaban Tama yang singkat, mengambil air minum dari lemari es
"Dinda pergi karena ayahnya kena serangan jantung karena perusahaan yang ayah ya pegang bangkrut,dia ingin memberitahukan aku tapi hpnya hilang"jawab Tama.
"terus pendapat kamu tentang itu gimana,kamu masih mau melanjutkan pernikahan kamu atau kembali ke Dinda setelah tahu alasan kepergiannya"tanya Kevin lagi.
"jujur aku masih mencintai nya ,tapi Safira ,gak mungkin aku meninggalkan orang yang telah mendampingi aku disaat aku susah hingga sekarang,aku juga mencintai Fira,tapi jauh di hatiku masih sangat mencintai Dinda,aku gak tahu harus berbuat apa,kamu tahu Kevin Sampai sekarang Dinda masih sendiri dan belum menikah,di datang kemari karena ingin bertemu denganku dan melanjutkan hubungan kami,tapi lihat apa yang aku buat aku telah menikah Kevin"ucap Tama.
"jadi kamu menyesal dengan pernikahan kamu dengan Safira ,jangan gila kamu Tama,Fira wanita yang sabar dan santun,dan sangat menyayangi keluarga kamu,saat kamu jatuh dulu tidak sedikitpun ada niat di hatinya buat meninggalkan kamu dia terus mendampingi kamu sampai kamu sukses Sekarang,"
"aku tahu Kevin,tapi hatiku goyah sekarang aku harus bagaimana"ucap Tama meminta pendapat Kevin.
"menurut aku pertahankan pernikahan kamu,aku yakin kamu pasti bahagia dengan Fira,dan Dinda biarkan dia jadi masa lalu kamu,anggap semuanya sudah berakhir,ingat besok resepsi pernikahan kamu digelar kamu jangan buat malu kedua keluarga kamu,semua persiapan sudah 100% selesai,jadi bijaklah dalam bertindak Tama,kamu sudah tahu apa yang harus kamu pilih"setelah berkata demikian Kevin kembali ke kamarnya buat istirahat,
"ingat besok jam 8 pagi kita berangkat ke Kalimantan jangan sampai kamu telat,"ucap Kevin sambil menutup pintu kamar Tama.
"Asalammualikum mas,kamu sudah tidur"tanya Fira saat menelpon suaminya.
"Waalaikum salam,Fira ni mas lagi mau istirahat,kamu kenapa kangen sama mas ya,"ucap Tama.
"kamu tahu mas aku sangat kangen kamu,tapi perasaan aku akhir-akhir ini tidak enak mas,ada perasaan takut mas,aku merasa kamu akan pergi jauh dariku mas,meninggalkan aku.
Kamu tahu mas setelah kamu pergi ,aku selalu mimpi buruk mas,mimpiin kamu tapi kamu tidak bisa aku sentuh mas,aku takut mas mimpi itu terasa nyata mas"
"sayang itu hanya mimpi ,hanya bunga tidur ,mas gak akan meninggalkan kamu,percaya sama mas ya sayang,apapun yang terjadi kelak dalam hubungan kita yakin lah bahwa kamu tetap ada dihati mas,jadi jangan ragukan mas lagi,ya sudah istirahat besok mas pulang ,mas mau kamu nampak fresh dan segar saat pesta kita nanti,kamu kan bintangnya nanti di pesta kita,jadi harus tampil secantik mungkin,"
"ia mas,kamu hati-hati di jalan,jangan datang telat ya"
"iya sayang,aku janji" telepon pun berakhir.
"maaf kan aku Fira,ternyata bathin mu cukup kuat ,mungkin karena kedatangan Dinda buat kamu mimpi yang aneh-aneh,maaf Dinda aku tetap dengan pilihanku,kamu masa lalu ku"ucap Tama.
Saat Tama ingin memejamkan mata,bunyi dering hp nya kembali berbunyi.
"Dinda ,kenapa dia menelpon semalam ini"ucap Tama.
"hello,maaf pak ganggu orang yang punya hp ini sedang mabuk pak,dan saya bingung harus bagaimana dengan dia jadi saya ambil hpnya dan nama bapak yang pertama saya lihat di kontaknya,bapak bisa kemari ke cafe hotel,pak"
"baik saya akan kesana sekarang kamu tunggu sampai saya datang"ucap Tama.
sesampai nya di cafe hotel Tama langsung membawa Dinda ke kamarnya karena dia tidak tahu di kamar no berapa Dinda menginap.
Setelah sampai di kamar nya dia membaringkan Dinda di kasurnya,dilihatnya Dinda dalam keadaan kacau.
"Tama,kamu tega Tama,aku selalu menjaga hati ini buat kamu tapi kamu mengkhianati nya ,aku sangat mencintai kamu Tama,kamu sudah menikah sebelum aku kembali,aku selama ini memendam rasa rindu yang teramat berat,tapi rinduku tak terbalas "ucap Dinda di sela mabuknya.
"Tama bisa kah aku hidup tanpa kamu, Tama aku harus apa Sekarang aku sudah tidak punya siapa-siapa,orang yang kucintai kini bukan milik ku"Nadya menangis saat mengatakan itu,menangis dengan sedihnya hingga Tama bingung mau berkata apa, Dinda saat ini sedang mabuk,dia hanya bisa memeluk Dinda erat Sampai Dinda tertidur sambil menangis.