"sayang ,mas sore ini akan berangkat ke Jakarta,kamu baik-baik ya dirumah,"kata Tama setelah mereka selesai mandi dan selesai berpakaian.
"tapi mas,apa gak bisa kerjaan kamu diserahkan saja sama Kevin mas,dia kan sekertaris kepercayaan kamu,resepsi kita tinggal menghitung hari,tapi kamu pergi,aku takut mas"ucap Fira.
"Kevin juga ikut denganku sayang,kami berdua akan segera menyelesaikan pekerjaan kami ini,dan apa yang kamu takut kan"
"aku gak tahu mas,rasanya kali ini aku berat berpisah dengan kamu mas,aku takut kamu pergi dan gak kembali mas''
''biasanya juga aku sering tugas keluar kota,kamu gak keberatan sayang,ini cuma 2 hari Lo,biasanya juga Sampai sebulan"
"tapi aku gak tahu mas,ada perasaan yang membuat ku takut kali ini berpisah dengan kamu mas,apa mungkin karena sekarang kita sah suami istri,"
"ingat sayang,apapun yang terjadi kamu tetap dihati mas,sekarang esok dan selamanya kamu tetap istri mas yang sangat mas cintai,jadi jangan berpikir yang tidak-tidak,mas sangat sayang dan mencintai kamu,"ucap Tama sambil membelai lembut rambut sang istri,Fira yang dibelai menjatuhkan kepala nya di d**a bidang suami nya,
"mas harus janji,akan tetap menjaga hati mas,buat Fira"
"mas janji"
setelah percakapan mereka pun keluar dari kamar mereka menemui keluarga mereka di ruang tamu.
''ma,hari ini aku berangkat ke Jakarta,gak lama 2 hari ,aku akan kembali sebelum resepsi pernikahan kami dimulai,aku titip Fira ya ma,jaga istri ku baik-baik selama aku pergi ya ma"ucap Tama ke orang tuanya.
"kamu ini kayak mau pigi jauh aja,Fira sekarang sudah jadi mantu mama,jadi tanpa kamu minta pun mama pasti menjaga Fira dengan baik,"Fira merupakan mantu wanita satu-satunya di keluarga Sanjaya,ayah Tama sudah meninggal saat Tama berusia 17 tahun, perusahaan mereka selama ini di pegang oleh Kakak Tama,lena.setelah Tama wisuda perusahaan di alihkan ke tangan Tama sebagai putra satu-satunya keluarga Sanjaya,dan kakaknya Lena ikut suaminya ke Singapura,dan dibebaskan dari semua hal perusahaan.
"mas ku mohon jangan pergi,perasaan ku kali ini kamu pergi dan gak akan kembali mas,aku takut"ucap Fira kembali sambil memeluk suaminya sambil menangis.
"sayang yakin sama mas,jaga hati ini buat mas selamanya, mungkin disini juga sudah ada benih cinta kita,dan kamu harus menjaganya biar tumbuh,kamu harus janji"Tama mengusap perut Fira dengan lembut,seakan berharap benih cinta mereka segera tumbuh.
Sore ini akhirnya Pratama berangkat ke Jakarta bersama dengan Kevin sekertaris pribadinya,proyek yang mengharuskan Pratama yang harus menangani ini sendiri mau tidak mau harus meninggalkan istri nya di Kalimantan.