Pagi ini Aruna membantu sang mama untuk menyiapkan sarapan, karena hari ini weekend, Aruna dan Brian berencana untuk berlibur ke puncak. Ke Villa keluarganya. Villa yang menjadi awal hubungan Brian dan Aruna. “Ma, Aruna mau bangunkan Kak Brian dulu ya, Aruna yakin, Kak Brian belum bangun.” “Iya, Sayang. Ini juga sudah selesai kok. Ada Bibi juga disini.” Aruna mengangguk, lalu melangkah keluar dari dapur. Ia melangkah menuju tangga, karena kamar mereka masih berada di lantai dua. Dengan perut yang semakin membesar, Aruna lebih berhati-hati lagi saat melakukan aktivitas apapun. Ia lalu membuka pintu kamarnya, dilihatnya sang suami yang masih bergelung dengan selimut yang menutup seluruh tubuhnya. “Astaga! apa karena hari ini libur Kak Brian jadi malas bangun.” Aruna lalu melangkah men

