Pagi ini Aruna sengaja bangun lebih pagi dari biasanya. Dirinya ingin membantu sang mama untuk menyiapkan sarapan. Meski masih sangat mengantuk, dirinya tetap memaksakan diri untuk bangun. Semalam dirinya tidur larut malam karena menunggu sang kakak yang belum juga pulang, padahal waktu sudah menunjukkan pukul 24.00. Tapi karena rasa kantuk semakin menderanya akhirnya Aruna putuskan untuk tidur lebih dulu. Aruna melihat sang mama yang tengah berkutat di dapur bersama dengan asisten keluarga mereka. “Aruna bantu ya, Ma.” Aruna mengambil buah-buahan lalu mencucinya. “Hari ini kamu masuk apa, Sayang?” tanya Ines sambil mengaduk sayur yang sudah hampir matang. “Siang, Ma.” Aruna meletakkan buah-buahan yang sudah dirinya cuci ke dalam tempat buah, lalu membawanya menuju meja makan, meletak

