Rasa takut Aruna

2910 Kata

Seperti janjinya tadi saat di telepon. Kini Brian sudah berada di depan rumahnya. Rumah yang dulu dirinya tempati bersama dengan Iren—istrinya. Brian menatap bangunan dua lantai yang saat ini ada di depannya. Ia menghela nafas panjang, lalu melangkahkan kakinya menuju pintu rumah itu. Ia lalu membuka pintu rumah itu secara perlahan. Tatapannya mengedar ke seluruh ruangan. Dengan langkah pelan, Brian mulai melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah itu. Ia melihat seorang wanita paruh baya yang tak lain asisten rumah tangga yang dirinya pekerjakan untuk mengurus rumahnya. “Bi, dimana Iren?” “Aku disini, Kak.” Kini Iren tengah menuruni anak tangga. Sejak tadi dirinya melihat dari balkon kamarnya saat mobil Brian sudah berhenti di depan rumah mereka. Tapi Iren mengernyitkan dahinya, saa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN