Brian melihat jam di pergelangan tangannya. Jam makan siang sudah lewat. Tapi dirinya masih betah berada di dalam ruangannya. Ia enggan untuk keluar, meski saat ini naga dalam perutnya terus berontak sejak tadi. Brian menarik nafas dan menghembuskannya secara perlahan. Tatapannya kini mengarah ke jendela besar yang menghadap gedung-gedung tinggi lainnya yang ada tak jauh dari kantor Brian. Brian mengira, setelah dirinya bercerai dengan Iren, dirinya akan lebih mudah untuk mencari Aruna. Tapi sampai saat ini dirinya belum juga bisa menemukan pujaan hatinya. Brian akhirnya sudah tak bisa lagi menahan rasa laparnya. Ia akan keluar untuk makan siang, kebetulan hari ini dirinya tak ada meeting dengan siapapun, hingga dirinya bisa keluar dari kantor untuk sementara. Disinilah Brian saat ini

