Satu bulan sudah Aruna menunggu Brian yang masih terbaring tak sadarkan diri di ranjang rumah sakit. Entah sudah berapa banyak air mata yang Aruna tumpahkan saat menunggu Brian yang sampai detik ini belum juga sadarkan diri. Aruna tak tau harus berbuat apa agar sang kakak mau membuka kedua matanya lagi. Dimana saat ini dirinya menanti kedua kelopak mata itu mulai terbuka dan menatapnya seperti dulu lagi. Aruna merindukan masa-masa saat bersama Brian dulu. Entah itu kejahilan Brian, maupun disaat Brian menunjukkan rasa cintanya padanya. Saat kaki Aruna melangkah masuk ke ruang ICU tempat Brian dirawat saat ini, hanya suara monitor yang didengarnya. Dimana dari monitor itu, dirinya bisa mengetahui kalau sampai detik ini jantung sang kakak masih berdetak. “Kak...” untuk kesekian kalinya p

