Brian membuka kedua matanya secara perlahan, menatap sisi kirinya, dimana semalam Aruna tidur di sampingnya sambil memeluknya setelah kegiatan panas mereka. Brian mengusap kedua matanya yang masih terasa berat dengan kedua punggung tangannya. “Dimana Aruna?” karena saat ini dirinya tak menemukan Aruna di sampingnya. “Apa dia ada di dalam kamar mandi?” Brian lalu bangun, beranjak dari ranjang dan mengambil celana boxer yang tergeletak di lantai, lalu memakainya. Brian melangkah menuju kamar mandi, kedua telinganya mendengar suara dari dalam kamar mandi. “Sayang!” Brian terkejut setelah membuka pintu kamar mandi. Dirinya melihat Aruna yang tengah berjongkok di depan closed sambil memuntahkan semua isi perutnya. “Kamu kenapa, Sayang?” Brian melangkah masuk ke dalam kamar mandi, lalu mem

