Anming menghentikan mobilnya di tepi jalan, dekat gerbang kampus Kara. Pria tampan yang terbalut pakaian kantor itu menatap Kara yang kini tengah bersiap untuk keluar dari mobil. Ada ekspresi tidak rela terlukis di wajah tampannya. Tak lama setelah itu bibirnya tampak melengkung ke bawah. "Aku tidak rela berpisah darimu." Gadis yang tengah bersiap keluar dari mobil memicingkan matanya ke arah Anming lalu memukul lengan Anming kuat. "Jangan berlebihan. Kau membuatku geli." Anming memasang wajah nelangsanya. "Calon tunangan ku galak sekali." Keluhnya. "Bodo amat." Kara keluar dari mobil. "Semangat ujiannya, dear. Jangan lupa langsung mendatangi kantorku saat ujianmu selesai." Ucap Anming memperingatkan. "Iya, iya." "Oke. Semangat ujiannya. Nanti kalau IPK mu sempurna aku akan membelika
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


