Waktu terasa berlalu begitu lama oleh Kara karena selalu merindukan Pangeran Anming di setiap hembusan nafasnya. Kara sudah berusaha mengalihkan perhatiannya dengan cara berkencan dengan banyak pria atau pun mabuk-mabukan di club' malam tapi tetap saja, dia tidak bisa melupakan Pangeran Anming sama sekali. Bahkan di dalam mabuknya pun, ia tetap meracaukan nama Pangeran Anming. Rasa rindunya terhadap Pangeran Anming begitu besar dan ia tidak bisa membendung hal itu. Tak jarang Kara menangis di saat sendirian. Sangat susah baginya merelakan semua yang terjadi. Kehidupan Kara terasa sangat berat dan berantakan semenjak hari itu. Saat ia kembali ke tubuh aslinya setelah dibunuh oleh penghianat. Teman-temannya pun ikut merasakan perubahan Kara. Gadis itu tidak lagi ceria dan penuh semanga

