Bab 66: Kejutan Caspian

1252 Kata

Hening yang mematikan menyelimuti Grand Ballroom Sterling Global, sebuah kesunyian yang terasa berat seolah-olah seluruh oksigen di ruangan itu telah tersedot habis oleh data-data yang terpampang di layar raksasa. Aroma lilin mahal dan parfum elit yang tadinya melambangkan kemewahan kini terasa menyesakkan, bercampur dengan hawa dingin yang memancar dari bukti-bukti pengkhianatan digital yang disajikan Alaric. Elara, yang berdiri di bawah pilar besar, merasakan jemarinya yang menggenggam kain gaunnya berkeringat dingin. Matanya tidak lepas dari panggung, tempat Alaric berdiri dengan ketenangan seorang eksekutor, sementara Caspian tampak mulai kehilangan pijakan. Caspian, yang semula berdiri dengan angkuh dalam setelan putih gadingnya, kini terlihat seperti patung yang retak. Wajahnya yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN