BAB 35: REAKSI ELARA

1287 Kata

Aroma terpentin dan minyak rami biasanya menjadi pelarian yang paling menenangkan bagi Elara Vance. Namun pagi ini, di studionya yang terletak di sayap timur kediaman Sterling, bau itu terasa mencekik. Ia berdiri di depan kanvas besar yang masih setengah jadi, memegang palet kayu yang berat, namun matanya tidak tertuju pada goresan warna ochre atau ultramarine. Tatapannya terpaku pada jendela besar yang menghadap ke halaman depan, di mana dua pria berjas hitam dengan earpiece perak berdiri kaku di bawah guyuran hujan gerimis London. Kejadian di depan gerbang dua malam lalu (Bab 30) terus berputar di kepalanya seperti film rusak yang diputar berulang-ulang. Derit ban yang menyayat telinga, guncangan hebat yang melempar tubuhnya, dan yang paling menghantui: wajah Alaric. Alaric tidak tampa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN