Mataku membesar saat mendengar nama Daya disebut oleh Genta. Genta kemudian mengangkat panggilan dari Genta dan membuatku menahan napas karena tiba-tiba saja merasa berdebar menunggu apa yang membuat Daya tiba-tiba menghubungi Genta. Nggak mungkin dia menghubungi Genta untuk memberitahu jika Dimas sakit, kan? Karena sebenarnya Genta nggak punya tanggung jawab untuk hal itu. Aku melihat wajah Genta menegang dan berkali-kali mendengar Genta berbicara dengan nada emosi. Entah apa yang sedang mereka bicarakan, tapi sepertinya sangat serius sampai wajah Genta berubah tegang karenanya. Aku menghentikan makanku karena sejujurnya selera makanku mendadak hilang semenjak Genta menyebutkan nama Daya. Genta telah menutup panggilan dari Daya. Dia meletakkan ponselnya dengan perlahan di meja. Wajah te

