“Mas Genta…,” bisiknya lirih saat melihat kedatanganku. “Pergi sana, kalau memang kamu mau pergi!” Terdengar suara teriakan dari dalam rumah dan membuat Daya terlihat salah tingkah. Sepertinya Daya dan orang tuanya sedang bertengkar dan kedatangan kamu ke rumahnya sebenarnya nggak tepat. “Oh! Papa, Mama, masuk aja,” ucapnya setengah terkejut saat melihat Papa dan Mama yang ada di belakangku. “Apa kamu baik-baik aja?” tanyaku sedikit khawatir karena melihat wajahnya yang begitu tegang. “Nggak apa-apa kok,” sahutnya dan kemudian menundukkan wajahnya. Daya kemudian mempersilakan kami duduk dan dia sendiri kembali masuk ke dalam rumahnya. Mungkin tadi Daya ingin pergi dari rumahnya setelah bertengkar dengan orang tuanya. Tapi kedatangan kami sepertinya membatalkan rencananya. Kami nggak

