53. Tentang Kita

1579 Kata

Karena Genta nggak mengatakan apa pun lagi setelah lamarannya tadi pagi, aku jadi berpikir jika sore ini dia benar-benar akan lembur. Karena itu saat jam pulang telah tiba, aku nggak mencarinya lagi dan langsung pulang bersama Ranu. "Lo serius pulang bareng gue?" tanya Ranu dengan wajah bingung. "Kenapa? Apa nggak boleh?" Aku balas bertanya. "Ya nggak apa-apa sih. Cuma apa Mas Genta nggak marah?" tanyanya lagi. "Nggak kok, malah dia yang suruh," sahutku enteng. Setelah bertengkar kecil dengan Ranu karena mulutnya yang nggak mau berhenti membicarakan tentangku dan Genta. Akhirnya aku yang mengalah karena ingin menumpang mobilnya pulang dari kantor ini. Nggak tahu diri sih, tapi mana Ranu peduli hal yang beginian. Yang penting aku sudah merendahkan harga diriku, itu sudah cukup buatnya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN