Menyangkut hidup dan mati

2159 Kata

Siska tengah duduk di kursi tunggu bersama dengan Dita. Mereka tengah menunggu antrian untuk menebus vitamin yang diresepkan oleh dokter. Sejak tadi Siska terus mengusap perutnya yang masih rata. Ia benar-benar masih tak percaya, kalau saat ini di dalam rahimnya tengah tumbuh buah hatinya bersama dengan Dava. “Dit, kamu cubit aku dong, siapa tau ini cuma ….” “Aww! Sakit, Dit!” pekik Siska saat Dita mencubit lengannya dengan sangat kuat. “Kamu juga aneh, dokter udah kasih bukti kamu beneran hamil, kamu masih gak percaya.” “Bukan gitu, Dit. Aku masih merasa kalau semua ini hanya mimpi. Kamu tau kan kalau aku dan Om Dava sangat ingin mempunyai anak. Sekarang dia sudah ada di rahimku. Semua seperti mimpi buat aku, Dit,” ucap Siska sambil mengusap perut ratanya. “Ibu Siska Apriyani.” “Si

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN