"Mar, kamu gimana sih, kok malah Karina juga harus bawa kantung plastik itu? Kamu itu harusnya bawa semua!" Anggi memarahi anak keduanya di depan semua orang. "Perempuan itu harus bawa yang ringan-ringan. Kalo sekiranya nggak bisa, maka pakai daster, biar sama kaya Wulan," omel Anggi membuat Karina melongo. Bukan hanya Karina yang melongo, pengurus panti yang hendak membantu membawa barang belanjaan itu ikut melongo. Mereka kini tahu, mengapa Wulan punya sifat aneh. Damar memang selalu salah. Tidak akan ada yang orang yang akan membela dan membela diri pun pasti akan bertambah kesalahannya. "Malah bengong! Angkat semua barang itu." Perintah Anggi tidak bisa dibantah lagi. "Mama dan Ayah kamu itu nggak ngajarin anak laki-laki malah leha-leha, ya," kata Anggi yang saat ini memutuskan duduk

