Cukup lama berdiri di depan pintu kamar. Erwin akhirnya memutuskan untuk masuk ke dalam. Sadar Erwin masuk, Maya dengan cepat menyimpan kembali uangnya. Tanpa bicara, Erwin melangkah menuju lemarinya. Lalu mendekati Maya yang menatapnya heran. "Ini uang bulanan untuk kamu! Semuanya ada di dalam kartu ini," Setelah mengatakan itu, Erwin bergegas keluar. "Kartu apa ini? Bagaimana cara memakainya? Apa ini sama dengan ATM?" tanya Maya, bermonolog sendiri, seraya mengangkat kartu pemberian Erwin. Lagi-lagi Erwin mengintip dari balik pintu. Ada rasa geli di hati Erwin, saat melihat tingkah Maya. "Dasar bodoh. Wajar saja dia lahirnya di desa. Itu kartu kredit, bukan atm. Biarkan saja dia memikirkannya, kalau tidak tau, dia juga pasti bertanya nanti," gumam Erwin pelan, lalu melangkah menuju ru

