Hati seorang ibu mana yang tega melihat wajah memelas sang anak, walaupun sang anak sudah melakukan kesalahan besar dalam hidupnya. Nurani seorang ibu pasti akan melemah, seiring dengan permohonan buah hatinya. Sama seperti ibu Erwin, ia tak tega melihat wajah memelas Erwin saat meminta dirinya menyembunyikan semua kebenaran yang ada. Walau hatinya merasa iba dengan wanita yang sudah menjadi menantunya itu. Tapi, sebisa mungkin ia menampilkan wajah datarnya, agar Maya tak merasa curiga. Tangan Maya bergetar, saat mendengar teguran pedas dari ibu mertuanya. Dengan rasa takut, Maya mendongak menatap wajah ibu mertuanya. "Maaf Bu, saya tidak bermaksud. Saya menikah dengan putra Ibu, sudah hampir satu bulan," ucap Maya, mengulangi jawaban yang tadi tidak terdengar. Mendengar cara bicara M

