Sebelum Erwin benar-benar pulang ke rumah Maya. Erwin yang merasa sedang bahagia, memutuskan pergi ke toko yang menjual bibit bunga. Beberapa hari menginap di rumah Maya, Erwin selalu memperhatikan istri keduanya itu saat berada di halaman rumah. "Wanita desa itu pasti senang, aku belikan bibit ini," gumam Erwin, dengan penuh percaya diri melangkah sambil menenteng kresek kecil. Mobil kembali melaju kencang, membelah jalan raya yang mulai terlihat lengang, karena siang hari jam orang sedang bekerja dan sekolah. Sesampainya Erwin di depan pagar rumah. Ada gejolak rindu, yang tiba-tiba saja membuncah. "Ada apa dengan hatiku? Kenapa jantungku berdebar seperti ini?" batin Erwin, mobilnya berhenti tepat di depan pagar. Cukup lama Erwin mengamati keadaan rumah. Sampai pada akhirnya, ia mel

