Bagai langit dan bumi

1113 Kata

Erwin mengendarai mobilnya secepat mungkin menuju kediaman Maya. Waktu baru saja menunjukan pukul 1 siang. Namun, Erwin sudah pulang lebih dulu. Sesampainya Erwin di halaman rumah. Tanpa membuang waktu, dirinya langsung bergegas masuk. Kakinya terus melangkah menyusuri ruangan rumah yang tak terlalu besar. Maya yang saat itu sedang sibuk memasak di dapur, tidak menyadari kehadiran Erwin yang sudah berdiri di belakangnya. "Sini kamu!" Tarik Erwin tiba-tiba mengejutkan Maya. Sendok besar yang tadi Maya pegang, seketika saja terlepas. Kakinya terseret mengikuti tarikan Erwin. "Lepaskan! Sakit!" Maya mencoba melepaskan tangannya, namun cengkraman Erwin terlalu kuat untuk dirinya lawan. Setibanya di kamar, Erwin langsung menghempaskan pergelangan Maya kasar. Tubuh Maya terdorong dan jatuh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN