Chapter 20

1041 Kata

Pada akhirnya Varo membawa kedua gadis itu ke sebuah mini market. "Mau turun sendiri atau gua temenin?" tanya Varo pada sang adik. "Aku turun sendiri aja. Abang jagain Kakak aku di sini," sahut Vina sebelum ia keluar dari dalam mobil. "Kakak aku? Enak aja!" kesal Varo. "Yang benar itu, Kakak ipar aku, Vi," sambungnya. Vina hanya memutar bola matanya dengan malas sebelum ia kembali menutup pintu mobil saat ia sudah keluar dari dalam mobil sang Abang. "Gue dengar loh," ucap Stefanni yang masih memejamkan matanya. "Gua kira elo tidur," sahut Varo. "Merem aja," ucap Stefanni. Varo tergerak untuk menurunkan tempat duduk Stefanni agar gadis itu bisa istirahat dengan baik. "Astaga, Varo!" kaget Stefanni yang langsung membuka matanya. "Apa sih? Gua cuman nurunin bangkunya biar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN