"Boleh nggak kalau gue nengok Mama lo?" Akhirnya Stefani memberanikan dirinya untuk mengatakan hal yang sedari tadi ia tahan itu. Seketika itu juga Varo menepikan mobilnya, lelaki itu menarik rem tangan pada mobilnya, kemudian ia benar-benar menatap mata Stefani yang sedang tertunduk itu. "Lo serius dengan pertanyaan lo barusan?" tanyanya yang seolah tidak percaya dengan pertanyaan gadis itu. "Kalau elo bolehin sih," sahut Stefani dengan lirih. "Kalau enggak juga nggak apa," sambungnya. "Lo yakin, Fan?" tanya Varo lagi. "Kok kayak enggak percaya begitu lo sama gue?" tanya Stefani yang kali ini memberanikan diri untuk menatap Varo. Bahkan tatapannya terlihat begitu tajam. "Mau kapan? Sekarang?" tanya Varo. "Nanti aja, Varo. Sore atau malam," sahut Stefani. "Tapi, bagusan sore

