Jaemin terbangun di kamarnya karena suara Taeyong yang merapikan kamarnya. Ia mengerjapkan matanya melihat kamarnya sudah gelap. Jaemin merasakan punggungnya nyeri namun ia samar-samar mengingat penyebabnya. "Bagaimana aku bisa ada disini?" Ujar Jaemin tiba-tiba, suaranya serak sekali. Taeyong terkejut karena adiknya tiba-tiba bersuara. "Apa kau tidak ingat?" Tanya Taeyong balik sambil menghampiri adiknya, membantu adiknya untuk duduk. Jaemin berpikir keras untuk mengingat semuanya, ingatannya terasa kabur setelah Jeno menyudutkannya. Ia ingat bagaimana dalam pikirannya berantakan dan bahkan suara Jeno hanya samar-samar terdengar setelahnya. Akhirnya Jaemin menggeleng menjawab Taeyong. TY pun menghela nafasnya. "Tadi Jeno menghampiriku ke kelas sambil menunduk meminta maaf karena ka

